Mahkamah Agung Matangkan Persiapan Assessment JPTP dan Rencana Kerja 2026
Menjelang awal Februari 2026, Mahkamah Agung (MA) RI tancap gas mempersiapkan agenda strategis nasional. Bertempat di Gedung Sekretariat MA, jajaran pimpinan dan tim asesor menggelar rapat koordinasi untuk mematangkan persiapan Profile Assessment bagi Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama (JPTP), Panitera PTA/MS, hingga para calon Pimpinan Pengadilan Militer.
Rapat ini menjadi krusial karena melibatkan seluruh elemen kunci, mulai dari para Asesor SDM Aparatur Ahli Utama, Kabag Umum Kepegawaian, seluruh Asesor hingga tim teknis dari bagian Kesekretariatan.
Menuju Standar Penilaian Modern
Ketua tim memastikan bahwa seluruh rangkaian assessment tahun ini tidak hanya sekadar rutinitas. Perencanaan kegiatan telah dipatok ketat agar sesuai dengan Permenpan Nomor 19 Tahun 2025 dan selaras dengan peta jalan Renstra Mahkamah Agung. Sementara untuk standar teknisnya, MA berkomitmen penuh pada Peraturan BKN Nomor 26 Tahun 2019.
Sesuai jadwal, perhelatan besar ini akan dimulai pada 2 hingga 5 Februari 2026. Sekretaris Mahkamah Agung dijadwalkan hadir langsung untuk membuka kegiatan di Ruang Sidang Lantai 12, Gedung Sekretariat Mahkamah Agung.
Digitalisasi dan Penguatan SDM: Pesan dari Para Ahli Utama
Dalam sesi arahan, tiga Asesor SDM Aparatur Ahli Utama memberikan sorotan tajam pada tiga pilar utama: transparansi, inovasi, dan kualitas SDM.
Aco Nur menginstruksikan agar seluruh capaian maupun tantangan yang dihadapi Assessment Center masuk ke dalam Laporan Tahunan Mahkamah Agung RI. lalu beliau juga menyebutkan untuk rencana kerja Assessment Center "Kita harus jujur tentang permasalahan yang ada, mulai dari kebutuhan infrastruktur hingga anggaran, agar pengembangan ke depan memiliki data yang kuat" tegasnya.
Senada dengan upaya modernisasi, Supatmi mendorong percepatan transformasi digital. Ia mendesak agar aplikasi Assessment Center yang telah dirancang selama dua tahun terakhir segera dirampungkan. Langkah ini sangat dinanti untuk mengintegrasikan soal-soal Situational Judgement Test (SJT) yang telah dikembangkan tim guna meningkatkan akurasi penilaian peserta.
Di sisi lain, Supandi mengingatkan bahwa sistem yang hebat tidak akan berjalan tanpa manusia yang kompeten. Ia menekankan pentingnya dukungan anggaran yang memadai untuk terus meng-upgrade kualitas SDM asesor dan staf. "Investasi pada SDM adalah kunci agar lembaga ini mampu menyempurnakan tugas-tugas berat di masa depan dengan hasil yang kredibel," ungkapnya.
Dengan kolaborasi antara sistem digital yang mutakhir dan SDM yang mumpuni, Mahkamah Agung optimis proses seleksi pimpinan ini akan melahirkan kader-kader terbaik yang siap menjaga marwah peradilan di Indonesia.
Dipublikasikan Oleh
Muhammad Hafidz Kurnia
22 Januari 2026