Menjelang Seleksi JPT, Assessment Center Mahkamah Agung Matangkan Persiapan Sarpras dan Keandalan
Mahkamah Agung Republik Indonesia menggelar rapat koordinasi intensif guna mematangkan persiapan teknis pelaksanaan Seleksi Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) Tahun 2026. Pertemuan lintas unit kerja ini difokuskan pada pemenuhan sarana dan prasarana (sarpras), keandalan infrastruktur teknologi informasi, serta efisiensi mekanisme administrasi peserta mengingat tenggat waktu pelaksanaan yang kian mendesak.Berdasarkan rencana, rangkaian pelaksanaan seleksi JPTP 2026 dijadwalkan berlangsung selama empat hari, yakni pada 4 hingga 7 November 2026.Rapat koordinasi strategis ini dihadiri oleh jajaran penting, meliputi seluruh Asesor, Tim Sekretariat Assessment Center, Biro Kepegawaian, serta perwakilan dari Biro Umum Mahkamah Agung. Sinergi ini dibangun untuk memastikan seluruh aspek teknis dan operasional berjalan tanpa hambatan.Penguatan Sarana Prasarana dan Jaringan ITDalam pembahasan teknis, kesiapan sarana dan prasarana menjadi prioritas utama. Biro Umum bersama tim pelaksana memastikan ketersediaan tempat uji kompetensi yang representatif, penataan meja dan kursi peserta yang ergonomis, serta kesiapan unit perangkat komputer yang akan digunakan selama proses evaluasi berlangsung.Mengingat proses penilaian bertumpu pada sistem digital, koordinasi ketat dilakukan bersama Tim IT dari Biro Hukum dan Hubungan Masyarakat (Humas) Mahkamah Agung. Tim IT diinstruksikan untuk mengawal stabilitas koneksi internet, keamanan sistem, serta mitigasi gangguan jaringan selama periode 4–7 November mendatang.Mekanisme Pengisian Formulir dan Skema HybridHal krusial lain yang menjadi sorotan adalah efisiensi alur distribusi dan pengumpulan formulir yang wajib diisi oleh para peserta. Dengan sisa waktu persiapan yang relatif singkat, panitia merumuskan mekanisme pengiriman formulir secara cepat dan terstruktur agar tidak membebani peserta maupun menghambat rekapitulasi data oleh tim sekretariat.Sementara itu, seremoni pembukaan seleksi direncanakan akan dibuka secara resmi oleh Sekretaris Mahkamah Agung RI (Sekma). Pembukaan tersebut diagendakan menerapkan skema hybrid, yakni perpaduan antara tatap muka langsung (luring) dan virtual (daring). Skema daring ini secara khusus disiapkan guna mengakomodasi para peserta yang hasil assessment-nya pada periode sebelumnya terverifikasi masih berlaku, sehingga proses seleksi tetap akuntabel, efisien, dan inklusif.Melalui konsolidasi terpadu ini, Mahkamah Agung optimis seluruh tahapan seleksi JPTP 2026 dapat terselenggara secara profesional, transparan, dan menghasilkan pemimpin-pemimpin peradilan yang berintegritas tinggi.
Muhammad Hafidz Kurnia
29 Oktober 2026
Mahkamah Agung Gelar Profil Asesmen Kenaikan Jenjang Pranata Peradilan
Mahkamah Agung Republik Indonesia resmi menyelenggarakan kegiatan Pembukaan Profil Asesmen Kenaikan Jenjang Jabatan Fungsional Pranata Peradilan pada Senin, 26 Oktober 2026. Acara yang dipusatkan di Ruang Wiryono, Gedung Mahkamah Agung RI ini dijadwalkan berlangsung selama empat hari hingga 29 Oktober 2026. Agenda ini digelar sebagai tahapan strategis dalam rangka memetakan kompetensi aparatur peradilan demi memastikan kelayakan promosi jenjang jabatan sesuai standar kualifikasi yang dipersyaratkan.Kegiatan dibuka secara langsung oleh Kepala Biro Kepegawaian Mahkamah Agung RI, Sahlanudin, S.Ag., S.H., M.H. Dalam pembukaannya, beliau menekankan pentingnya asesmen kompetensi yang transparan dan terukur sebagai pilar utama pembinaan karier aparatur peradilan modern. Uji kompetensi ini dirancang bukan sekadar memenuhi syarat administratif semata, melainkan untuk menjaring aparatur yang memiliki integritas tinggi serta kesiapan dalam mengemban tanggung jawab pada tingkatan manajerial maupun teknis peradilan yang lebih kompleks.Pada kesempatan yang sama, Sekretaris Kepaniteraan Mahkamah Agung RI, Dr. Iyus Suryana, S.H., M.H., menyampaikan sambutan sekaligus arahan kepada seluruh hadirin. Beliau mengingatkan bahwa pranata peradilan memegang peranan vital dalam menjaga ketertiban administrasi serta kelancaran proses peradilan di Mahkamah Agung. Melalui sambutannya, beliau berharap hasil asesmen ini dapat melahirkan aparatur yang semakin adaptif terhadap tuntutan modernisasi peradilan serta mampu menjaga marwah integritas lembaga peradilan tertinggi di Indonesia.Laporan pelaksanaan kegiatan dibacakan oleh Kepala Bagian Umum Kepegawaian, Agus Sudarmanto, S.Kom. Dalam laporannya, disampaikan bahwa kegiatan ini diikuti oleh 73 peserta yang seluruhnya berasal dari satuan kerja Kepaniteraan Mahkamah Agung RI. Dari jumlah tersebut, sebanyak 37 peserta mengikuti asesmen kenaikan jenjang dari Pranata Peradilan Pertama ke Pranata Peradilan Muda, sementara 36 peserta lainnya mengikuti seleksi kenaikan jenjang dari tingkat Muda menuju Madya. Seluruh peserta akan menjalani serangkaian tes kompetensi dan psikometrik intensif selama empat hari ke depan.Melalui rangkaian asesmen ini, pimpinan Mahkamah Agung berharap kenaikan jenjang jabatan fungsional tersebut dapat menjadi pemantik motivasi bagi para pegawai untuk terus mengembangkan kapasitas diri. Kenaikan jenjang ini diharapkan tidak hanya berdampak pada peningkatan jenjang karier pribadi, tetapi juga mendorong para aparatur untuk memberikan kontribusi yang jauh lebih maksimal dalam meningkatkan performa kinerja teknis pada satuan kerja masing-masing.
Muhammad Hafidz Kurnia
26 Oktober 2026
Siapkan Pemimpin Berintegritas, Rapat Koordinasi Matangkan Asesmen Daring Ratusan Aparatur Peradilan
Komitmen untuk memperkuat profesionalisme dan integritas aparatur di lingkungan peradilan terus diakselerasi melalui mekanisme uji kompetensi yang terstandarisasi. Rapat koordinasi persiapan pelaksanaan Profile Assessment bagi Kenaikan Jenjang Pranata Peradilan serta Seleksi Calon Pimpinan Pengadilan Negeri Kelas II resmi diselenggarakan pada Sabtu (19/9/2026), mulai pukul 09.00 WIB. Pertemuan strategis ini fokus membedah kesiapan operasional serta standardisasi pengujian berbasis digital yang seluruhnya direncanakan berlangsung secara daring.Langkah penyelenggaraan berbasis daring diambil untuk menjamin efisiensi birokrasi, transparansi penilaian, serta memastikan asas keadilan bagi seluruh aparatur peradilan yang tersebar di berbagai pelosok daerah. Melalui sistem ini, pemetaan potensi sumber daya manusia dapat dilakukan secara komprehensif, obyektif, dan akuntabel tanpa terkendala jarak geografis.Jadwal dan Rincian Tahapan SeleksiProses asesmen dibagi ke dalam dua agenda besar dengan target kompetensi yang berbeda:Kenaikan Jenjang Pranata Peradilan (26 – 30 Oktober 2026)Tahap awal difokuskan pada penilaian kompetensi bagi jabatan fungsional Pranata Peradilan yang diikuti sebanyak 75 peserta. Penilaian ini bertujuan mengukur kapasitas kesiapan profesionalisme aparatur dalam mengemban tanggung jawab pada jenjang jabatan yang lebih tinggi.Seleksi Calon Pimpinan Pengadilan Negeri Kelas II (16 – 27 November 2026)Agenda kedua dialokasikan untuk penyaringan pimpinan satuan kerja peradilan tingkat pertama dengan total 253 peserta. Berlangsung selama hampir dua pekan, asesmen ini menakar kompetensi kepemimpinan strategis, ketegasan integritas moral, pengelolaan manajemen perkara, serta kemampuan adaptasi manajerial dalam memimpin institusi pengadilan di era modern.Fokus Kesiapan Teknis dan Keamanan SistemDalam rapat tersebut, pembahasan mendalam difokuskan pada keandalan infrastruktur teknologi informasi. Beberapa poin krusial yang dikoordinasikan meliputi kestabilan server pengujian, protokol pengawasan ruang ujian virtual (virtual proctoring), standardisasi perangkat peserta, hingga kesiapan tim penilai independen.Koordinasi yang matang ini diharapkan mampu mengeliminasi kendala teknis saat pelaksanaan berlangsung, sehingga seluruh rangkaian pengujian berjalan tertib, valid, serta mampu melahirkan aparatur dan figur pemimpin peradilan yang berdaya saing tinggi.
Muhammad Hafidz Kurnia
19 Oktober 2026
Sinergi Assessment Center MA Jawab Tantangan Regenerasi Peradilan Militer
Assessment Center Mahkamah Agung (MA) kembali menunjukkan peran strategisnya dalam menjaring sumber daya manusia peradilan berkualitas. Pada hari Selasa, 22 September 2026 Assessment Center resmi menggelar Ujian Profile Assessment bagi Calon Pimpinan Pengadilan Militer Tingkat Banding dan Tipe A Tahun 2026 secara daring. Kegiatan ini merupakan wujud sinergi antar unit di lingkungan MA untuk mewujudkan lembaga peradilan yang semakin profesional, berintegritas, mandiri, dan berkeadilan.Rangkaian seleksi Fit and Proper Test di lingkungan Direktorat Jenderal Badan Peradilan Militer dan Peradilan Tata Usaha Negara (Ditjen Badilmiltun) ini berlangsung pada 22 hingga 24 September 2026. Kepala Bagian Umum Kepegawaian, Bapak Agus Sudarmanto, melaporkan bahwa ujian profile assessment hari ini diikuti oleh dua puluh tujuh orang peserta. Peserta tersebut terdiri dari delapan orang calon pimpinan tingkat banding dan sembilan belas orang calon pimpinan Tipe A. Pengujian komprehensif ini menggunakan metode psikotes, analisis kasus, serta wawancara.Pelaksanaan asesmen ini merupakan agenda mendesak bagi kelangsungan organisasi peradilan militer. Direktur Pembinaan Tenaga Teknis dan Administrasi Peradilan Militer, Marsekal Pertama TNI Edy Wuryanto, mengungkapkan institusinya tengah menghadapi tantangan regenerasi akibat kekosongan posisi pimpinan, seperti Kepala Pengadilan Tinggi Makassar dan beberapa jabatan wakil kepala. Tantangan ini diproyeksikan bertambah pada tahun depan seiring banyaknya Hakim Utama dan pimpinan yang akan memasuki masa purna tugas. Oleh karena itu, Ditjen Badilmiltun mempercayakan Assessment Center MA untuk menguji kelayakan para kandidat agar jabatan strategis segera terisi figur yang tepat.Kepala Biro Kepegawaian sekaligus Kepala Unit Penilaian Kompetensi Assessment Center MA, Bapak Sahlanudin, menegaskan bahwa pimpinan peradilan membutuhkan lebih dari sekadar keahlian hukum. Para kandidat dinilai secara mendalam berdasarkan kesesuaian kualifikasi kompetensi teknis, kinerja, dan kompetensi manajerial. Aspek manajerial ini sangat krusial untuk menakar kemampuan kepemimpinan, keteladanan, serta komitmen dalam menjaga independensi peradilan. Calon pimpinan pengadilan militer tinggi mengemban tanggung jawab besar karena selain memutus perkara banding, mereka juga wajib melaksanakan fungsi pengawasan kinerja internal, penyelenggaraan teknis, dan pengelolaan administrasi pada pengadilan tingkat pertama di bawah yurisdiksinya.Hasil Profile Assessment ini akan menjadi instrumen obyektif dan data berharga bagi pimpinan MA. Setelah tahap evaluasi oleh asesor rampung, peserta akan mengikuti tahapan wawancara lanjutan bersama pimpinan Badilmiltun pada Oktober mendatang. Kolaborasi strategis ini diharapkan mampu mencetak pimpinan peradilan yang tangguh demi terwujudnya keadilan bagi masyarakat luas.
Muhammad Rizki
22 September 2026
Assessment Center MA Evaluasi Hasil Asesmen & Seleksi Panmud di 3 Wilayah Peradilan
Guna memastikan efektivitas, kebermanfaatan, serta keberlanjutan pemanfaatan hasil penilaian kompetensi aparatur peradilan, Mahkamah Agung RI melalui Unit Penilaian Kompetensi (Assessment Center) Biro Kepegawaian menyelenggarakan kegiatan Monitoring dan Evaluasi (Monev) secara serentak di sejumlah wilayah satuan kerja tingkat banding dan tingkat pertama. Rangkaian monev ini difokuskan di empat lingkungan peradilan wilayah Manado (Pengadilan Tinggi Manado, Pengadilan Tinggi Agama Manado, Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara Manado, dan Pengadilan Militer III-17 Manado), Pengadilan Tinggi Agama Gorontalo, serta Pengadilan Tinggi Agama Yogyakarta.Pelaksanaan kegiatan monev ini merupakan langkah strategis Mahkamah Agung dalam mengawal implementasi sistem merit secara nyata di daerah. Fokus monitoring tidak hanya meninjau kesiapan infrastruktur dan keandalan sistem aplikasi penilaian, melainkan juga menelusuri tindak lanjut pasca-asesmen, baik untuk penempatan karier, penyusunan rencana pengembangan individu (Individual Development Plan), maupun kebijakan promosi dan mutasi pegawai.Sinergi Empat Peradilan di Wilayah ManadoDi Manado, Sulawesi Utara, monitoring menyasar empat lingkungan peradilan sekaligus, yakni PT Manado, PTA Manado, PT TUN Manado, dan Dilmil III-17 Manado. Tim Monev melakukan peninjauan komprehensif terkait:Dukungan Sarana dan Prasarana (Sarpras): Evaluasi ketersediaan perangkat komputer/PC, kestabilan jaringan internet, dan kesiapan ruangan khusus tes guna mengantisipasi kendala teknis bandwidth saat pelaksanaan tes massal serentak.Kesiapan Dukungan SDM IT: Penguatan peran pendamping teknis lokal (IT support) di daerah dalam mendampingi peserta dan mempercepat respons penanganan gangguan koneksi atau sistem selama tahapan tes potensi dan wawancara daring.Pemanfaatan Profil Kompetensi: Mendorong pimpinan pengadilan tingkat banding di wilayah Manado agar secara aktif menjadikan basis data kompetensi (talent pool) sebagai rujukan objektif penugasan tugas pokok dan fungsi peradilan.Fokus PTA Gorontalo: Pemetaan Kompetensi dan Evaluasi Seleksi Panitera Muda (Panmud)Kunjungan kerja di wilayah hukum PTA Gorontalo memiliki agenda evaluasi yang lebih spesifik. Selain melakukan monev atas pelaksanaan pemetaan kompetensi aparatur, tim secara khusus membedah efektivitas dan dampak dari Seleksi Panitera Muda (Panmud) yang telah diselenggarakan pada tahun sebelumnya.Dalam agenda ini, tim monev mendalami:Umpan Balik dan Transparansi Hasil: Verifikasi penyampaian umpan balik (feedback) hasil asesmen kepada aparatur secara personal guna memberikan gambaran konkret mengenai kelebihan dan area perbaikan (gap competency) masing-masing aparatur.Kinerja Pasca-Seleksi Panmud: Mengevaluasi sejauh mana pejabat Panitera Muda yang terpilih melalui proses seleksi dan asesmen tahun lalu mampu menunjukkan akselerasi kinerja administrasi perkara, integritas, dan manajerial kepaniteraan di lapangan.Integrasi dengan Baperjakat dan Pembinaan Daerah: Pengelola kepegawaian PTA Gorontalo menegaskan komitmennya dalam memanfaatkan hasil pemetaan kompetensi sebagai instrumen pertimbangan resmi pada rapat Badan Pertimbangan Jabatan dan Kepangkatan (Baperjakat) serta mengintegrasikan pemahaman profil kompetensi tersebut dalam agenda pembinaan berkala ke satuan kerja tingkat pertama.Optimalisasi Pengembangan Karier di PTA YogyakartaSementara itu, di PTA Yogyakarta, tim monitoring memfokuskan evaluasi pada pemanfaatan hasil penilaian dalam kerangka pengembangan kompetensi berkesinambungan. Diskusi terarah dilakukan bersama jajaran pimpinan dan pengelola kepegawaian setempat untuk mengidentifikasi kebutuhan program pelatihan, coaching, serta mentoring yang tepat sasaran berbasiskan rekomendasi asesmen. Yogyakarta dinilai memiliki potensi manajemen talenta yang matang, sehingga sinkronisasi antara hasil asesmen kompetensi teknis, sosio-kultural, dan manajerial terus dioptimalkan agar selaras dengan arah transformasi peradilan modern.
Muhammad Hafidz Kurnia
10 September 2026
Cari Pimpinan Berintegritas, Asesmen Calon Wakil Ketua PA Kelas IB Digelar
Upaya memperkuat kualifikasi serta efektivitas kepemimpinan di lingkungan peradilan agama terus ditingkatkan. Kegiatan seleksi dan asesmen Calon Wakil Ketua Pengadilan Agama/Mahkamah Syar'iyah Kelas IB secara resmi dibuka di Command Center Assessment Center Mahkamah Agung RI, Jakarta. Rangkaian uji kompetensi ini digelar selama lima hari, terhitung sejak 24 hingga 28 Agustus 2026.Pembukaan acara dilakukan secara resmi oleh Kepala Biro Kepegawaian Mahkamah Agung RI, Bapak Sahlanudin, S.Ag., S.H., M.H. Dalam pengarahannya, beliau menggarisbawahi pentingnya proses Penilaian kompetensi ini dalam rangka membangun fondasi kepemimpinan peradilan yang kokoh..Diikuti 57 Peserta dari Berbagai WilayahDalam kesempatan yang sama, Kepala Bagian Umum Kepegawaian, Bapak Agus Sudarmanto, S.Kom., membacakan laporan pelaksanaan kegiatan. Dalam laporannya, beliau menyampaikan bahwa kegiatan asesmen kali ini diikuti oleh 57 peserta yang terdiri dari para hakim terpilih dari berbagai satuan kerja Pengadilan Agama dan Mahkamah Syar'iyah di seluruh Indonesia. Seluruh peserta dinyatakan telah lolos verifikasi administrasi dan siap mengikuti tahapan evaluasi kompetensi secara ketat.Selama lima hari pelaksanaan, para peserta akan menjalani serangkaian instrumen penilaian komprehensif, mulai dari tes potensi, simulasikan kepemimpinan, hingga wawancara berbasis kompetensi yang dikelola secara objektif oleh tim asesor.Hasil dari kegiatan ini nantinya akan menjadi rekam jejak resmi serta bahan pertimbangan utama dalam rapat Tim Promosi Mutasi (TPM) Mahkamah Agung RI. Melalui seleksi yang transparan dan akuntabel ini, Mahkamah Agung berkomitmen menghadirkan figur pimpinan peradilan yang mampu mengawal kualitas penegakan hukum dan memberikan pelayanan publik yang prima bagi masyarakat pencari keadilan.
Muhammad Hafidz Kurnia
24 Agustus 2026
Berita Terpopuler
Tim IT Assessment Center Sempurnakan Aplikasi Online dengan Sistem Proctoring Mutakhir
2 Juni 2025
Rapat kenaikan Jenjang Jabatan Fungsional Mahkamah Agung RI
19 November 2025
Fit and Proper Test Calon Wakil Ketua PTA, PA Kelas IA, IB, dan II Resmi Dibuka
22 September 2025
Kolaborasi Digital Peningkatan SDM: Asesor MA Pimpin Uji Kompetensi Pegawai Kemensetneg
8 Juli 2025
Seleksi Calon Pimpinan Pengadilan Negeri Kelas 1A dan 1B Dimulai, Integritas Jadi Pilar Utama
14 April 2025
Penguatan Kualitas SDM Peradilan: Pemetaan Kompetensi Pegawai di Wilayah Medan Berlangsung Sukses
25 Juli 2024