Sinergi Assessment Center MA Jawab Tantangan Regenerasi Peradilan Militer

Jakarta
22 September 2026
Foto Kegiatan Profile Assessment Seleksi Calon Pimpinan Pengadilan Tingkat Banding dan Tipe-A

Assessment Center Mahkamah Agung (MA) kembali menunjukkan peran strategisnya dalam menjaring sumber daya manusia peradilan berkualitas. Pada hari Selasa, 22 September 2026 Assessment Center resmi menggelar Ujian Profile Assessment bagi Calon Pimpinan Pengadilan Militer Tingkat Banding dan Tipe A Tahun 2026 secara daring. Kegiatan ini merupakan wujud sinergi antar unit di lingkungan MA untuk mewujudkan lembaga peradilan yang semakin profesional, berintegritas, mandiri, dan berkeadilan.

Rangkaian seleksi Fit and Proper Test di lingkungan Direktorat Jenderal Badan Peradilan Militer dan Peradilan Tata Usaha Negara (Ditjen Badilmiltun) ini berlangsung pada 22 hingga 24 September 2026. Kepala Bagian Umum Kepegawaian, Bapak Agus Sudarmanto, melaporkan bahwa ujian profile assessment hari ini diikuti oleh dua puluh tujuh orang peserta. Peserta tersebut terdiri dari delapan orang calon pimpinan tingkat banding dan sembilan belas orang calon pimpinan Tipe A. Pengujian komprehensif ini menggunakan metode psikotes, analisis kasus, serta wawancara.

Pelaksanaan asesmen ini merupakan agenda mendesak bagi kelangsungan organisasi peradilan militer. Direktur Pembinaan Tenaga Teknis dan Administrasi Peradilan Militer, Marsekal Pertama TNI Edy Wuryanto, mengungkapkan institusinya tengah menghadapi tantangan regenerasi akibat kekosongan posisi pimpinan, seperti Kepala Pengadilan Tinggi Makassar dan beberapa jabatan wakil kepala. Tantangan ini diproyeksikan bertambah pada tahun depan seiring banyaknya Hakim Utama dan pimpinan yang akan memasuki masa purna tugas. Oleh karena itu, Ditjen Badilmiltun mempercayakan Assessment Center MA untuk menguji kelayakan para kandidat agar jabatan strategis segera terisi figur yang tepat.

Kepala Biro Kepegawaian sekaligus Kepala Unit Penilaian Kompetensi Assessment Center MA, Bapak Sahlanudin, menegaskan bahwa pimpinan peradilan membutuhkan lebih dari sekadar keahlian hukum. Para kandidat dinilai secara mendalam berdasarkan kesesuaian kualifikasi kompetensi teknis, kinerja, dan kompetensi manajerial. Aspek manajerial ini sangat krusial untuk menakar kemampuan kepemimpinan, keteladanan, serta komitmen dalam menjaga independensi peradilan. Calon pimpinan pengadilan militer tinggi mengemban tanggung jawab besar karena selain memutus perkara banding, mereka juga wajib melaksanakan fungsi pengawasan kinerja internal, penyelenggaraan teknis, dan pengelolaan administrasi pada pengadilan tingkat pertama di bawah yurisdiksinya.

Hasil Profile Assessment ini akan menjadi instrumen obyektif dan data berharga bagi pimpinan MA. Setelah tahap evaluasi oleh asesor rampung, peserta akan mengikuti tahapan wawancara lanjutan bersama pimpinan Badilmiltun pada Oktober mendatang. Kolaborasi strategis ini diharapkan mampu mencetak pimpinan peradilan yang tangguh demi terwujudnya keadilan bagi masyarakat luas.

Dipublikasikan Oleh

Muhammad Rizki

22 September 2026