Resmi Ditutup, Pelatihan SJT Level 1 Tahap 2 Mahkamah Agung Berjalan Sukses
Rangkaian kegiatan Pelatihan Situational Judgment Test (SJT) Level 1 Tahap 2 di lingkungan Mahkamah Agung Republik Indonesia resmi berakhir pada Kamis (30/07/2026). Acara penutupan yang berlangsung di Lantai 12 Gedung Sekretariat Mahkamah Agung, Jakarta, ini menandai tuntasnya pelatihan intensif yang telah berjalan selama tiga hari sejak 28 Juli 2026.Kegiatan ini diikuti oleh seluruh Asesor SDM Aparatur dari jenjang Ahli Pertama hingga Ahli Utama, serta Pranata Komputer Ahli Pertama.Apresiasi Atas Komitmen dan Kerja Keras PesertaPelatihan secara resmi ditutup oleh Kepala Bidang Penyelenggaraan Pendidikan dan Pelatihan Badan Strategi Kebijakan dan Pendidikan dan Pelatihan Hukum dan Peradilan, Yustiar Nugroho, S.H., M.H., M.M., yang hadir mewakili Kepala Pusdiklat Menpim Mahkamah Agung RI.Dalam amanat penutupannya, Yustiar Nugroho menyampaikan apresiasi serta rasa terima kasih yang mendalam kepada seluruh peserta atas dedikasi mereka sepanjang kegiatan."Kami menyampaikan rasa terima kasih yang sedalam-dalamnya kepada seluruh peserta pelatihan atas kerja keras, komitmen, dan kesungguhan yang telah ditunjukkan selama mengikuti kegiatan ini," ujar Yustiar Nugroho, S.H., M.H., M.M. saat membacakan sambutan penutupan.Peserta Dinilai Sangat Aktif dan AntusiasPada sesi laporan pelaksanaan dan evaluasi kegiatan, Sekretaris Riset Psikologi Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta, Valendra Granitha Shandika Puri, M.A., menyampaikan catatan positif terkait dinamika pembelajaran selama pelatihan berlangsung.Beliau mengungkapkan bahwa seluruh peserta menunjukkan partisipasi yang sangat aktif dan antusiasme tinggi dalam menyerap setiap materi maupun simulasi SJT yang diberikan oleh tim fasilitator.Dengan berakhirnya pelatihan ini, para Asesor SDM Aparatur dan Pranata Komputer diharapkan dapat langsung mengimplementasikan hasil pembelajaran guna mendukung penguatan kapasitas SDM dan pemetaan kompetensi Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Mahkamah Agung.
Muhammad Hafidz Kurnia
30 Juli 2026
Ikhtiar Assessment Center MA Mencetak Pimpinan Terbaik Lewat Pelatihan SJT
Mahkamah Agung Republik Indonesia melalui Pusat Pendidikan dan Pelatihan Manajemen dan Kepemimpinan (Pusdiklat Menpim) secara resmi menyelenggarakan kegiatan Pelatihan Situational Judgment Test (SJT) Level 1 Tahap 2. Acara yang berlangsung dari tanggal 28 hingga 30 Juli 2026 ini digelar di Lantai 12 Gedung Sekretariat Mahkamah Agung, Jakarta.Pelatihan ini diikuti oleh para pegawai di lingkungan Mahkamah Agung yang terdiri dari seluruh Asesor SDM Aparatur (mulai dari jenjang Ahli Pertama hingga Ahli Utama) serta Pranata Komputer Ahli Pertama.Pembukaan Resmi dan Laporan KegiatanAcara dibuka secara resmi oleh Kepala Pusdiklat Menpim Badan Strategi Kebijakan dan Pendidikan dan Pelatihan Hukum dan Peradilan Mahkamah Agung RI, Darmoko Yuti Witanto, S.H.Sebelum prosesi pembukaan, acara diawali dengan pembacaan laporan pelaksanaan kegiatan yang disampaikan oleh Kepala Bagian Umum Biro Kepegawaian Badan Urusan Administrasi, Agus Sudarmanto, S.H., yang hadir mewakili Kepala Biro Kepegawaian Mahkamah Agung.Rangkaian acara pembukaan berlangsung dengan penuh khidmat dan lancar, menandai dimulainya pelatihan intensif selama tiga hari tersebut.Komitmen Berkelanjutan untuk Pemimpin Masa DepanDalam sambutan pembukaannya, Kapusdiklat Menpim, Darmoko Yuti Witanto, S.H., menegaskan pentingnya kontinuitas dalam penyelenggaraan pelatihan semacam ini bagi pengembangan kualifikasi SDM di lingkungan peradilan."Pelatihan ini harus diselenggarakan secara berkelanjutan. Ini merupakan bagian dari ikhtiar Mahkamah Agung untuk mendapatkan generasi penerus pimpinan terbaik di masa yang akan datang. Oleh karena itu, ikutilah pelatihan ini dengan sungguh-sungguh," pesan Darmoko Yuti Witanto, S.H. di hadapan para peserta.Melalui pelatihan SJT Level 1 Tahap 2 ini, diharapkan para Asesor SDM Aparatur dan Pranata Komputer dapat mengasah kompetensi, objektivitas, serta kesiapan teknis dalam mendukung sistem merit dan mencetak kader-kader pemimpin Mahkamah Agung yang berkualitas di masa depan.
Muhammad Hafidz Kurnia
28 Juli 2026
Assessment Center MA Gelar Profile Assessment Pemetaan Pegawai Badilum 2026 Secara Daring
Assessment Center Mahkamah Agung Republik Indonesia melaksanakan kegiatan Profile Assessment Pemetaan Pegawai Direktorat Jenderal Badan Peradilan Umum (Badilum) pada 21–23 Juli 2026. Kegiatan yang dilaksanakan secara daring ini merupakan bagian dari upaya pemetaan profil kompetensi pegawai guna memperoleh gambaran potensi dan kompetensi secara objektif, terukur, dan komprehensif.Kegiatan dibuka secara resmi oleh Kepala Biro Kepegawaian Mahkamah Agung RI selaku Kepala Unit Assessment Center Mahkamah Agung RI, Sahlanudin, S.Ag., S.H., M.H. Sebelum pembukaan, laporan pelaksanaan kegiatan disampaikan oleh Kepala Bagian Umum Kepegawaian, Agus Sudarmanto, S.Kom., yang memaparkan kesiapan pelaksanaan, jumlah peserta, serta rangkaian kegiatan assessment yang akan dilaksanakan selama tiga hari.Pelaksanaan Profile Assessment turut dihadiri oleh Direktur Pembinaan Administrasi Peradilan Umum Direktorat Jenderal Badan Peradilan Umum, Zahlisa Vitalita, S.H., M.H., serta Sekretaris Direktorat Jenderal Badan Peradilan Umum, Kurnia Arry Soelaksono, S.E., S.H., M.Hum. Kehadiran jajaran pimpinan tersebut menjadi bentuk dukungan terhadap pelaksanaan pemetaan kompetensi pegawai sebagai salah satu bagian penting dalam pengembangan manajemen sumber daya manusia aparatur di lingkungan peradilan umum.Sebanyak 25 peserta terdaftar dalam kegiatan Profile Assessment Pemetaan Pegawai Badilum tahun 2026. Dari jumlah tersebut, 2 peserta tidak dapat mengikuti kegiatan, yaitu Imelda Merlina Sani, S.H., M.H. karena sakit dan Reni Kartini, S.H. karena sedang melaksanakan dinas luar.Meskipun dilaksanakan secara daring, seluruh rangkaian kegiatan tetap dilaksanakan secara terstruktur dengan mengedepankan prinsip objektivitas, transparansi, profesionalitas, dan akuntabilitas. Pelaksanaan assessment diharapkan mampu menghasilkan data profil kompetensi yang akurat sebagai bahan pendukung dalam pemetaan, pengembangan karier, serta penguatan kapasitas sumber daya manusia di lingkungan Direktorat Jenderal Badan Peradilan Umum.Melalui kegiatan ini, Assessment Center Mahkamah Agung RI terus berkomitmen mendukung penerapan manajemen talenta dan sistem merit melalui proses penilaian kompetensi yang profesional dan terstandar. Hasil pemetaan diharapkan dapat menjadi salah satu landasan strategis dalam menempatkan serta mengembangkan pegawai sesuai dengan potensi, kompetensi, dan kebutuhan organisasi, guna mewujudkan aparatur peradilan yang semakin profesional, berintegritas, dan berkinerja tinggi.
Muhammad Hafidz Kurnia
21 Juli 2026
Assessment Center MA Matangkan Persiapan Pemetaan Pegawai Badilum Tahun 2026
Assessment Center Biro Kepegawaian Mahkamah Agung Republik Indonesia melaksanakan rapat persiapan Pemetaan Pegawai Direktorat Jenderal Badan Peradilan Umum Tahun 2026. Rapat tersebut diselenggarakan untuk memastikan seluruh tahapan kegiatan berjalan secara terencana, terkoordinasi, dan sesuai dengan standar penilaian kompetensi yang telah ditetapkan.Dalam rapat tersebut juga dibahas jadwal pelaksanaan pemetaan pegawai. Kegiatan ini merupakan gelombang pertama dengan jumlah peserta sebanyak 40 pegawai Badan Peradilan Umum. Seluruh rangkaian penilaian direncanakan berlangsung secara daring, sehingga diperlukan kesiapan teknis, perangkat pendukung, jaringan komunikasi, serta koordinasi yang baik antara peserta, asesor, dan sekretariat.Pembukaan kegiatan dijadwalkan pada Selasa, 21 Juli 2026, pukul 08.30 WIB bertempat di Command Center, Assessment Center Mahkamah Agung RI.Alat Ukur Penilaian KompetensiUntuk memperoleh gambaran kompetensi peserta secara menyeluruh dan objektif, kegiatan pemetaan akan menggunakan beberapa alat ukur, yaitu:Psikotes;Analisis kasus;Leaderless Group Discussion atau LGD; danWawancara berbasis kompetensi.Penggunaan berbagai alat ukur tersebut diharapkan mampu menghasilkan informasi yang komprehensif mengenai kapasitas, potensi, serta kompetensi setiap peserta. Seluruh asesor juga diharapkan memiliki kesamaan pemahaman terhadap indikator perilaku, standar penilaian, dan mekanisme integrasi hasil agar kualitas penilaian tetap konsisten dan dapat dipertanggungjawabkan.Setelah seluruh tahapan asesmen, integrasi data, dan penyusunan rekomendasi selesai dilaksanakan, laporan lengkap hasil Pemetaan Pegawai Badilum Tahun 2026 dijadwalkan diserahkan paling lambat pada 20 Agustus 2026.Melalui persiapan yang matang serta koordinasi antara asesor, sekretariat, dan Direktorat Jenderal Badan Peradilan Umum, pelaksanaan pemetaan pegawai diharapkan berlangsung tertib, objektif, transparan, dan menghasilkan rekomendasi yang dapat digunakan untuk mendukung pengembangan sumber daya manusia serta kebutuhan organisasi.
Muhammad Hafidz Kurnia
14 Juli 2026
Di Balik Fit and Proper Test Badilag, Assessment Center Petakan Calon Pemimpin
Direktorat Jenderal Badan Peradilan Agama Mahkamah Agung Republik Indonesia menyelenggarakan pembukaan kegiatan Fit and Proper Test Calon Pimpinan Pengadilan Agama Kelas IA, Kelas IB, dan Kelas II. Kegiatan tersebut dilaksanakan sebagai bagian dari proses seleksi untuk memperoleh calon pimpinan pengadilan agama yang memiliki kompetensi, integritas, profesionalisme, serta kapasitas kepemimpinan yang memadai.Kegiatan secara resmi dibuka oleh Direktur Jenderal Badan Peradilan Agama, Drs. Muchlis, S.H., M.H. Dalam arahannya, Dirjen Badilag menekankan pentingnya pelaksanaan proses seleksi secara objektif, transparan, dan akuntabel guna menghasilkan pimpinan pengadilan agama yang mampu menjawab berbagai tantangan organisasi serta meningkatkan kualitas pelayanan peradilan kepada masyarakat.Sebelum pembukaan secara resmi, laporan pelaksanaan kegiatan disampaikan oleh Sekretaris Direktorat Jenderal Badan Peradilan Agama, Drs. Arief Hidayat, S.H., M.M. Laporan tersebut memuat gambaran mengenai dasar pelaksanaan, jumlah peserta, tahapan seleksi, serta mekanisme penilaian yang diterapkan dalam rangkaian Fit and Proper Test.Kegiatan pembukaan dilaksanakan secara hybrid dan turut dihadiri oleh Kepala Biro Kepegawaian Mahkamah Agung RI yang juga menjabat sebagai Kepala Unit Assessment Center Mahkamah Agung RI, Sahlanudin, S.Ag., S.H., M.H., secara daring.Hadir secara langsung di Command Center Badilag, Asesor Sumber Daya Manusia Aparatur Ahli Utama serta perwakilan Sekretariat Assessment Center Mahkamah Agung RI. Kehadiran unsur Assessment Center merupakan bentuk dukungan dan sinergi antarsatuan kerja dalam mewujudkan proses seleksi calon pimpinan pengadilan yang profesional dan berbasis kompetensi.Assessment Center Laksanakan Profile AssessmentDalam pelaksanaan Fit and Proper Test ini, Assessment Center Mahkamah Agung RI memiliki peran penting dalam melaksanakan Profile Assessment terhadap para peserta calon pimpinan Pengadilan Agama Kelas IA, Kelas IB, dan Kelas II.Profile Assessment dilaksanakan untuk memperoleh gambaran yang komprehensif mengenai profil kompetensi setiap peserta. Penilaian mencakup berbagai aspek yang berkaitan dengan kemampuan manajerial, sosial kultural, kepemimpinan, pengambilan keputusan, komunikasi, integritas, serta kemampuan mengelola organisasi.Hasil Profile Assessment selanjutnya menjadi salah satu bahan pertimbangan dalam menilai kesesuaian kompetensi peserta dengan tuntutan dan tanggung jawab jabatan pimpinan pengadilan agama.Keterlibatan Assessment Center dalam kegiatan ini juga menjadi bagian dari komitmen Mahkamah Agung RI dalam menerapkan sistem manajemen talenta dan pengisian jabatan berbasis merit, kompetensi, kualifikasi, serta rekam jejak secara objektif dan terukur.Peserta Mengikuti Sejumlah Tahapan SeleksiSelain Profile Assessment, para peserta mengikuti sejumlah rangkaian seleksi lainnya, yaitu E-Test, tes hafalan Al-Qur’an, serta wawancara teknis.E-Test dilaksanakan untuk mengukur pemahaman, pengetahuan, serta kemampuan peserta terhadap aspek teknis dan manajerial yang berkaitan dengan pelaksanaan tugas sebagai pimpinan pengadilan agama.Tes hafalan Al-Qur’an menjadi salah satu karakteristik dalam proses seleksi calon pimpinan pada lingkungan peradilan agama. Sementara itu, wawancara teknis dan profile assessment dilaksanakan untuk menggali pemahaman teknis yudisial, kemampuan kepemimpinan, karakter, komunikasi, integritas, serta kesiapan peserta dalam menjalankan amanah sebagai pimpinan satuan kerja.Melalui rangkaian seleksi yang komprehensif tersebut, diharapkan dapat diperoleh calon pimpinan pengadilan agama yang tidak hanya memiliki kemampuan teknis dan manajerial, tetapi juga mempunyai integritas, kematangan pribadi, kecakapan sosial, serta komitmen yang kuat terhadap peningkatan kualitas pelayanan peradilan.Pelaksanaan Fit and Proper Test ini merupakan wujud nyata komitmen Direktorat Jenderal Badan Peradilan Agama bersama Assessment Center Mahkamah Agung RI dalam mendukung terwujudnya tata kelola sumber daya manusia aparatur yang profesional, transparan, akuntabel, dan berbasis sistem merit.Melalui proses seleksi yang objektif dan terukur, para calon pimpinan yang terpilih diharapkan mampu menjadi pemimpin yang berintegritas, adaptif, inovatif, serta mampu membawa satuan kerja yang dipimpinnya menuju peradilan agama yang agung, modern, dan senantiasa memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat pencari keadilan.
Muhammad Hafidz Kurnia
13 Juli 2026
Persiapan Re-Akreditasi 2028, Assessment Center MA Gelar Pembinaan Asesor SDM Aparatur di Malang
Dalam rangka mengoptimalkan performa instansi dan mempersiapkan Re-Akreditasi Unit Penilaian Kompetensi (UPK) Assessment Center Mahkamah Agung RI Tahun 2028, Biro Kepegawaian Mahkamah Agung menggelar kegiatan "Pembinaan Jabatan Fungsional Asesor SDM Aparatur". Acara yang berlangsung secara khidmat ini diselenggarakan selama tiga hari, mulai tanggal 1 hingga 3 Juli 2026, bertempat di Hotel Santika, Malang, Jawa Timur.Rangkaian acara diawali dengan pembacaan laporan pelaksanaan kegiatan yang disampaikan oleh Kepala Bagian Umum Kepegawaian, Agus Sudarmanto, S.Kom. Secara resmi, kegiatan pembinaan ini dibuka langsung oleh Kepala Biro Kepegawaian Mahkamah Agung RI, Sahlanudin, S.Ag., S.H., M.H.Integrasi AI dan Penyelarasan Persepsi AsesorPembinaan kali ini menghadirkan para pakar dan pejabat otoritas kompetensi dari Badan Kepegawaian Negara (BKN) sebagai narasumber utama untuk memberikan pengayaan materi yang komprehensif.Pada sesi pematerian, Kepala Pusat Penilaian Kompetensi ASN BKN, Mohammad Ridwan, ST., M.Eng., menyoroti perkembangan teknologi mutakhir dalam dunia penilaian kompetensi. Ia menekankan pentingnya peran Artificial Intelligence (AI) dalam pelaksanaan kegiatan penilaian kompetensi (Penkom). Menurutnya, pemanfaatan AI mampu mendongkrak efisiensi kerja secara signifikan, terutama dari efektivitas waktu. Namun, ia juga memberikan catatan penting terkait aspek validitas."Meskipun AI sangat membantu mempercepat proses, kita tetap memegang kendali penuh untuk melakukan validasi. Kita harus mengecek kembali kebenaran data atau hasil yang diberikan oleh AI guna memastikan bahwa output tersebut benar-benar valid dan akurat," ujar Mohammad Ridwan.Sementara itu, Asesor SDM Aparatur Ahli Utama BKN, Supranawa Yusuf, S.H., M.P.A., membedah sisi teknis yang krusial dalam proses assessment. Ia memaparkan secara mendalam mengenai teknis penilaian asesor terhadap setiap asesi, serta bagaimana menyelaraskan persepsi antar-asesor dalam melakukan penilaian. Penyelarasan persepsi ini dinilai sangat vital demi menjaga objektivitas, standarisasi, dan mutu hasil penilaian kompetensi di lingkungan aparatur sipil negara.Target Mempertahankan Akreditasi "A"Sebagai pembicara pamungkas sekaligus pimpinan lini kepegawaian, Kepala Biro Kepegawaian MA RI, Sahlanudin, S.Ag., S.H., M.H., menyampaikan apresiasi tinggi atas progres yang telah ditunjukkan oleh tim assessment. Dalam paparannya, ia membeberkan capaian kinerja UPK Assessment Center Mahkamah Agung yang terus menunjukkan tren peningkatan yang positif dari tahun ke tahun.Sahlanudin menegaskan bahwa momentum pembinaan ini harus dijadikan batu pijakan yang kuat demi menyongsong agenda besar di tahun 2028 mendatang."Capaian kita terus meningkat, dan ini adalah modal berharga. Melalui persiapan yang matang sejak dini, saya berharap kita semua dapat bekerja sama untuk mempertahankan predikat Akreditasi 'A' yang saat ini telah berhasil diraih oleh Unit Penilaian Kompetensi Assessment Center Mahkamah Agung," tambahnya.Dengan diselenggarakannya pembinaan ini, para Asesor SDM Aparatur Mahkamah Agung RI diharapkan mampu mengadopsi teknologi baru dengan bijak, meningkatkan ketajaman teknis penilaian, sekaligus memperkokoh kesiapan kelembagaan menuju re-akreditasi yang unggul.
Muhammad Hafidz Kurnia
1 Juli 2026
Berita Terpopuler
Tim IT Assessment Center Sempurnakan Aplikasi Online dengan Sistem Proctoring Mutakhir
2 Juni 2025
Fit and Proper Test Calon Wakil Ketua PTA, PA Kelas IA, IB, dan II Resmi Dibuka
22 September 2025
Rapat kenaikan Jenjang Jabatan Fungsional Mahkamah Agung RI
19 November 2025
Kolaborasi Digital Peningkatan SDM: Asesor MA Pimpin Uji Kompetensi Pegawai Kemensetneg
8 Juli 2025
Seleksi Calon Pimpinan Pengadilan Negeri Kelas 1A dan 1B Dimulai, Integritas Jadi Pilar Utama
14 April 2025
Penguatan Kualitas SDM Peradilan: Pemetaan Kompetensi Pegawai di Wilayah Medan Berlangsung Sukses
25 Juli 2024