Berita

Gambar Berita Koordinasi Penilaian Potensi Wilayah Bandung, Capim PT dan Penilaian Kompetensi PTA Yogyakarta

Koordinasi Penilaian Potensi Wilayah Bandung, Capim PT dan Penilaian Kompetensi PTA Yogyakarta

Suasana serius namun produktif menyelimuti Ruang Rapat Besar Assessment Center hari ini, 22 Juli 2025, saat seluruh asesor, tim kesekretariatan Assessment Center, dan Kepala Sub Bagian Pengembangan Biro Kepegawaian berkumpul untuk sebuah rapat asesmen krusial. Pertemuan ini menjadi forum penting untuk menyelaraskan langkah dan strategi terkait tiga agenda utama yang akan segera dilaksanakan.Fokus pertama rapat adalah pembahasan mendalam mengenai rencana kerja Penilaian Potensi Wilayah Bandung. Para asesor dan tim kesekretariatan aktif berdiskusi tentang metodologi yang paling efektif untuk mengidentifikasi dan memetakan potensi-potensi strategis yang dimiliki oleh wilayah Bandung, baik dari aspek sumber daya manusia, ekonomi, maupun sosial. Diskusi mencakup penentuan indikator penilaian, teknik pengumpulan data, serta analisis yang komprehensif untuk menghasilkan rekomendasi yang akurat dan berbasis data. Kepala Sub Bagian Pengembangan Biro Kepegawaian turut memberikan masukan berharga, menekankan pentingnya penilaian ini sebagai dasar pengembangan kebijakan di masa mendatang.Selanjutnya, rapat beralih pada topik penilaian calon Wakil Ketua Pengadilan Tinggi. Agenda ini menjadi sorotan penting mengingat posisi tersebut memegang peranan vital dalam sistem peradilan. Para peserta rapat secara cermat membahas kriteria penilaian yang ketat, mulai dari kompetensi teknis, integritas, kepemimpinan, hingga rekam jejak. Prosedur asesmen yang transparan dan objektif menjadi prioritas, termasuk penetapan tahapan seleksi, metode wawancara, serta simulasi yang relevan untuk mengukur kesiapan calon dalam mengemban amanah tersebut. Tujuannya adalah memastikan bahwa kandidat terpilih benar-benar memiliki kualifikasi terbaik untuk memimpin dan memajukan Pengadilan Tinggi.Terakhir, namun tidak kalah penting, rapat mendetailkan rencana pelaksanaan penilaian kompetensi bagi Pengadilan Tinggi Agama (PTA) Yogyakarta. Tim merancang program asesmen yang disesuaikan dengan kebutuhan spesifik PTA Yogyakarta, bertujuan untuk mengukur tingkat kompetensi individu di berbagai jenjang jabatan. Pembahasan meliputi penetapan area kompetensi kunci, pengembangan instrumen penilaian, serta jadwal pelaksanaan yang efisien agar tidak mengganggu kinerja operasional PTA. Diharapkan, hasil penilaian ini akan menjadi landasan untuk program pengembangan kapasitas dan pelatihan yang terarah, guna meningkatkan profesionalisme dan kinerja seluruh jajaran di PTA Yogyakarta.Rapat asesmen ini berhasil merumuskan langkah-langkah konkret dan menyepakati kerangka kerja untuk ketiga program tersebut. Komitmen bersama untuk menjalankan asesmen secara profesional dan berintegritas menjadi penekanan utama, demi menghasilkan data dan rekomendasi yang valid serta berkontribusi pada peningkatan kualitas sumber daya manusia dan tata kelola di lingkungan yang bersangkutan.

Muhammad Hafidz Kurnia

22 Juli 2025

Gambar Berita Laporan Pemetaan Kompetensi Panitera: Fondasi Kuat untuk Peradilan Masa Depan

Laporan Pemetaan Kompetensi Panitera: Fondasi Kuat untuk Peradilan Masa Depan

sebuah langkah signifikan dalam peningkatan kualitas sumber daya manusia di lingkungan peradilan umum telah terlaksana. Laporan Rekapitulasi Pemetaan Kompetensi Panitera Pengadilan Negeri Kelas IA dan IB resmi diserahkan kepada Junaedi Kamaludin, S. E., M. Si, Kepala Subdirektorat Mutasi Panitera dan Juru Sita Direktorat Jenderal Badan Peradilan Umum.Mendorong Panitera Berkompetensi TinggiPenyerahan laporan ini merupakan puncak dari upaya komprehensif untuk memetakan dan menganalisis kompetensi para panitera di seluruh Pengadilan Negeri Kelas IA dan IB. Inisiatif strategis ini bertujuan untuk memastikan bahwa setiap panitera memiliki keahlian dan pengetahuan yang relevan dengan tuntutan tugas mereka yang semakin kompleks. Dengan pemetaan ini, diharapkan pengembangan karir dan penempatan posisi dapat dilakukan dengan lebih tepat sasaran, berkontribusi pada peningkatan efisiensi dan profesionalisme sistem peradilan.Kolaborasi Apik untuk Hasil OptimalProses penyerahan laporan dilakukan oleh Mudzar Khotib, SIP., S.H, Kepala Sub Bagian Pengembangan Pegawai, yang didampingi oleh dua sosok penting dalam bidang asesmen SDM: Supatmi, S.H., M.M Asesor SDM Ahli Utama, dan Noor Laila Muyassaroh, S.Psi., Asesor SDM Ahli Madya. Kehadiran para asesor ahli ini menggarisbawahi keseriusan dan metodologi yang cermat dalam pelaksanaan pemetaan kompetensi. Kolaborasi antarunit ini menunjukkan komitmen kuat Mahkamah Agung dalam membangun fondasi SDM yang kokoh demi terwujudnya peradilan yang modern dan berintegritas.Langkah Maju Menuju Peradilan ModernJunaedi Kamaludin, S. E., M. Si menyambut baik laporan ini, mengapresiasi kerja keras tim yang terlibat. Laporan Rekapitulasi Pemetaan Kompetensi ini akan menjadi dasar penting bagi Direktorat Jenderal Badan Peradilan Umum dalam merumuskan kebijakan mutasi, promosi, serta program pelatihan dan pengembangan panitera di masa mendatang. Ini adalah wujud nyata dari upaya berkelanjutan untuk menciptakan peradilan yang mampu menjawab tantangan zaman, memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, serta menjamin keadilan bagi setiap warga negara.Dengan data kompetensi yang lebih akurat, diharapkan akan lahir panitera-panitera yang tidak hanya cakap secara teknis, tetapi juga memiliki integritas tinggi dan adaptif terhadap berbagai perubahan.

Muhammad Hafidz Kurnia

18 Juli 2025

Gambar Berita Kolaborasi Digital Peningkatan SDM: Asesor MA Pimpin Uji Kompetensi Pegawai Kemensetneg

Kolaborasi Digital Peningkatan SDM: Asesor MA Pimpin Uji Kompetensi Pegawai Kemensetneg

Dalam sebuah langkah kolaboratif antarlembaga negara, Asesor Sumber Daya Manusia (SDM) Aparatur dari Mahkamah Agung (MA) turut berperan aktif dalam kegiatan pemetaan kompetensi pegawai di lingkungan Kementerian Sekretariat Negara (Kemensetneg) bersama dengan Asesor dari Kemsetneg dan asesor dari Kementerian PUPR, Kegiatan penting ini, yang diselenggarakan secara hybrid, luring dan daring dari tanggal 8 hingga 10 Juli 2025, melibatkan 24 pegawai yang tengah dipersiapkan untuk menduduki posisi strategis, baik di jabatan saat ini sebagai fungsional madya dan administrator, maupun sebagai proyeksi di jabatan pimpinan tinggi pratama.Pemetaan kompetensi ini dirancang untuk memastikan bahwa penempatan pegawai dilakukan secara tepat, selaras dengan potensi dan kompeteni individu, demi mendukung efisiensi dan efektivitas kinerja Kemensetneg di masa mendatang. Proses penilaian dilakukan secara komprehensif, mencakup berbagai aspek kompetensi yang relevan dengan tuntutan jabatan.Para asesor SDM Aparatur dari MA yang terlibat dalam kegiatan ini berasal dari beragam jenjang keahlian. Asesor SDM Aparatur Ahli Muda, Rudi Widiyanto, S.Psi., M.Psi dan Ahli Madya, Noor Laila Muyassaroh, S.Psi. diberikan tanggung jawab dalam mengobservasi sesi Leaderless Group Discussion (LGD) dan melaksanakan sesi wawancara. Dalam LGD, kemampuan peserta dalam berinteraksi, memecahkan masalah kelompok, dan menunjukkan kepemimpinan diamati secara cermat. Sementara itu, sesi wawancara digunakan untuk menggali lebih dalam pengalaman, keahlian, dan kompetensi peserta.Bagian krusial lainnya dari penilaian adalah simulasi presentasi, di mana peserta diuji kemampuan mereka dalam mengkomunikasikan ide dan materi secara efektif. Untuk tahapan ini, peran penguji materi dipercayakan kepada salah satunya seorang Asesor SDM Aparatur Ahli Utama yaitu Supatmi, S.H., M.M., . Keahlian dan pengalaman beliau relevan dalam mengevaluasi substansi, struktur, dan gaya presentasi peserta.Keterlibatan para asesor dari Mahkamah Agung ini bukan hanya sekadar dukungan teknis, tetapi juga menjadi cerminan nyata dari semangat sinergi dan kolaborasi antar lembaga dalam upaya bersama meningkatkan kualitas aparatur sipil negara di Indonesia. Melalui pemetaan kompetensi yang akurat dan obyektif, diharapkan dapat terwujud birokrasi yang lebih profesional, kompeten, dan adaptif terhadap tantangan zaman. Kegiatan ini menjadi salah satu pilar dalam pengembangan SDM aparatur yang berkelanjutan, memastikan bahwa setiap posisi diisi oleh individu terbaik yang mampu memberikan kontribusi maksimal bagi kemajuan negara.

Muhammad Hafidz Kurnia

8 Juli 2025

Gambar Berita Pemetaan Kompetensi Pegawai Panitera PN Kelas 1A dan 1B Sukses Digelar, Perkuat Kualitas Peradilan

Pemetaan Kompetensi Pegawai Panitera PN Kelas 1A dan 1B Sukses Digelar, Perkuat Kualitas Peradilan

Mahkamah Agung RI kembali menunjukkan komitmennya dalam peningkatan kualitas sumber daya manusia di lingkungan peradilan melalui pelaksanaan Pemetaan Kompetensi Pegawai Panitera Pengadilan Negeri Kelas 1A dan 1B. Kegiatan strategis ini diikuti oleh 98 pegawai panitera dari berbagai wilayah di Indonesia, berlangsung mulai tanggal 25 Juni hingga 02 Juli 2025.Kepala Biro Kepegawaian Mahkamah Agung RI, Sahlanudin, S.Ag., S.H., M.H., dalam sambutannya saat pembukaan acara, menegaskan pentingnya pemetaan kompetensi ini. "Pemetaan kompetensi adalah langkah krusial untuk mengidentifikasi potensi dan kebutuhan pengembangan diri setiap panitera. Dengan data yang akurat, kita bisa menyusun program pelatihan yang lebih tepat sasaran, sehingga kinerja panitera semakin optimal dalam mendukung proses peradilan yang berkeadilan," ujar Sahlanudin. Beliau juga menambahkan bahwa inisiatif ini sejalan dengan upaya Mahkamah Agung untuk mewujudkan peradilan yang modern dan profesional.Peran Penting Panitera dalam Penegakan HukumAcara ini juga turut dihadiri dan dibuka dengan sambutan oleh Direktur Jenderal Badan Peradilan Umum (Dirjen Badilum), H. Bambang Myanto, S.H., M.H., yang menyoroti peran vital panitera dalam sistem peradilan. "Panitera adalah ujung tombak pelayanan hukum di pengadilan. Kualitas dan integritas mereka sangat menentukan keberhasilan setiap persidangan. Pemetaan kompetensi ini akan membantu kita memastikan bahwa setiap panitera memiliki kapasitas yang mumpuni untuk menjalankan tugasnya dengan baik," tegas H. Bambang Myanto. Beliau juga berharap hasil pemetaan ini dapat menjadi landasan untuk peningkatan karir dan pengembangan profesionalisme panitera di masa mendatang.Pemetaan kompetensi ini diharapkan dapat memberikan gambaran komprehensif mengenai profil kompetensi setiap panitera, mulai dari pengetahuan hukum, keterampilan teknis kepaniteraan, hingga soft skill seperti komunikasi dan manajemen waktu. Data yang terkumpul akan menjadi dasar bagi penyusunan program pelatihan dan pengembangan berkelanjutan, demi tercapainya pelayanan hukum yang prima bagi masyarakat pencari keadilan.

Muhammad Hafidz Kurnia

25 Juni 2025

Gambar Berita Seleksi Panmud Pidana Militer MA Digelar Daring, 7 Peserta Ikuti Profile Assessment

Seleksi Panmud Pidana Militer MA Digelar Daring, 7 Peserta Ikuti Profile Assessment

Seleksi Panitera Muda Perkara Pidana Militer Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia telah sukses dilaksanakan secara daring pada tanggal 18 dan 20 Juni 2025. Sebanyak 7 (tujuh) peserta mengikuti tahapan seleksi awal ini, menunjukkan komitmen Mahkamah Agung dalam mencari talenta terbaik untuk memperkuat jajaran kepaniteraan.Pembukaan seleksi ini dilakukan secara resmi oleh Kepala Biro Kepegawaian Mahkamah Agung RI, Sahlanudin, S.Ag., S.H., M.H. Dalam sambutannya, beliau menekankan pentingnya integritas, profesionalisme, dan kapabilitas bagi calon panitera muda. "Peran panitera muda sangat krusial dalam mendukung kelancaran proses peradilan, khususnya di lingkungan peradilan militer. Oleh karena itu, seleksi ini dirancang untuk menjaring individu-individu terbaik yang siap mengabdi dengan dedikasi tinggi," ujar Sahlanudin.Acara pembukaan juga diisi dengan sambutan dari Sekretaris Kepaniteraan Mahkamah Agung RI, Dr. H. Iyus Suryana, S.H., M.H. Beliau menyampaikan apresiasi atas antusiasme para peserta dan mengingatkan tentang tantangan serta tanggung jawab besar yang akan diemban oleh panitera muda. "Dengan seleksi daring ini, kami berharap dapat menjangkau lebih banyak talenta dari berbagai wilayah, sekaligus memastikan proses yang transparan dan akuntabel," tambah Dr. Iyus Suryana.Tahapan Seleksi Ketat untuk Panitera Muda BerintegritasProses seleksi daring ini dirancang komprehensif, meliputi beberapa tahapan penting yang diikuti oleh para peserta. Tahapan tersebut mencakup psikotes untuk mengukur potensi psikologis dan kepribadian, analisis kasus yang menguji kemampuan peserta dalam memecahkan masalah hukum, diskusi kelompok untuk melihat kemampuan berinteraksi dan berargumen, serta wawancara mendalam untuk menggali motivasi dan komitmen.Diharapkan, melalui seleksi yang ketat ini, Mahkamah Agung dapat memperoleh panitera muda perkara pidana militer yang berkualitas, yang mampu mendukung terwujudnya peradilan yang berintegritas dan profesional di Indonesia. Pengumuman hasil seleksi akan diinformasikan kemudian melalui kanal resmi Mahkamah Agung RI.

Muhammad Hafidz Kurnia

18 Juni 2025

Gambar Berita Fokus Kualitas: Rapat Koordinasi Matangkan Profil Asesmen Panitera Muda Militer

Fokus Kualitas: Rapat Koordinasi Matangkan Profil Asesmen Panitera Muda Militer

Pagi ini, sebuah rapat koordinasi penting telah dilaksanakan di Ruang Rapat Panitera Mahkamah Agung Republik Indonesia. Rapat ini fokus pada pembahasan Profil Asesmen Calon Panitera Muda Militer, sebuah tahapan krusial dalam proses seleksi calon aparatur peradilan yang berintegritas dan kompeten.Rapat koordinasi ini dihadiri oleh jajaran Panitera dan Sekretaris Kepaniteraan (Sekpan), yang secara langsung terlibat dalam perencanaan dan pelaksanaan seleksi calon Panitera Muda Militer. Diskusi pagi ini bertujuan untuk menyelaraskan pemahaman dan strategi terkait profil kompetensi yang dibutuhkan, metode asesmen yang efektif, serta kriteria evaluasi yang objektif.Memastikan Kualitas Calon Panitera Muda MiliterPembahasan mengenai profil asesmen ini sangat vital untuk memastikan bahwa proses seleksi dapat menjaring individu-individu terbaik. Calon Panitera Muda Militer diharapkan tidak hanya memiliki pemahaman hukum yang mendalam, tetapi juga integritas moral, ketelitian, dan kemampuan manajerial yang baik.Rapat koordinasi ini merupakan bagian dari komitmen Mahkamah Agung dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia di lingkungan peradilan militer. Dengan adanya standar asesmen yang jelas dan terukur, diharapkan dapat terpilih panitera muda yang mampu mendukung efektivitas dan akuntabilitas sistem peradilan militer di Indonesia. Hasil dari rapat koordinasi ini akan menjadi panduan dalam pelaksanaan tahapan asesmen selanjutnya bagi para calon Panitera Muda Militer.

Muhammad Hafidz Kurnia

4 Juni 2025