Berita

Gambar Berita Di Balik Fit and Proper Test Badilag, Assessment Center Petakan Calon Pemimpin

Di Balik Fit and Proper Test Badilag, Assessment Center Petakan Calon Pemimpin

Direktorat Jenderal Badan Peradilan Agama Mahkamah Agung Republik Indonesia menyelenggarakan pembukaan kegiatan Fit and Proper Test Calon Pimpinan Pengadilan Agama Kelas IA, Kelas IB, dan Kelas II. Kegiatan tersebut dilaksanakan sebagai bagian dari proses seleksi untuk memperoleh calon pimpinan pengadilan agama yang memiliki kompetensi, integritas, profesionalisme, serta kapasitas kepemimpinan yang memadai.Kegiatan secara resmi dibuka oleh Direktur Jenderal Badan Peradilan Agama, Drs. Muchlis, S.H., M.H. Dalam arahannya, Dirjen Badilag menekankan pentingnya pelaksanaan proses seleksi secara objektif, transparan, dan akuntabel guna menghasilkan pimpinan pengadilan agama yang mampu menjawab berbagai tantangan organisasi serta meningkatkan kualitas pelayanan peradilan kepada masyarakat.Sebelum pembukaan secara resmi, laporan pelaksanaan kegiatan disampaikan oleh Sekretaris Direktorat Jenderal Badan Peradilan Agama, Drs. Arief Hidayat, S.H., M.M. Laporan tersebut memuat gambaran mengenai dasar pelaksanaan, jumlah peserta, tahapan seleksi, serta mekanisme penilaian yang diterapkan dalam rangkaian Fit and Proper Test.Kegiatan pembukaan dilaksanakan secara hybrid dan turut dihadiri oleh Kepala Biro Kepegawaian Mahkamah Agung RI yang juga menjabat sebagai Kepala Unit Assessment Center Mahkamah Agung RI, Sahlanudin, S.Ag., S.H., M.H., secara daring.Hadir secara langsung di Command Center Badilag, Asesor Sumber Daya Manusia Aparatur Ahli Utama serta perwakilan Sekretariat Assessment Center Mahkamah Agung RI. Kehadiran unsur Assessment Center merupakan bentuk dukungan dan sinergi antarsatuan kerja dalam mewujudkan proses seleksi calon pimpinan pengadilan yang profesional dan berbasis kompetensi.Assessment Center Laksanakan Profile AssessmentDalam pelaksanaan Fit and Proper Test ini, Assessment Center Mahkamah Agung RI memiliki peran penting dalam melaksanakan Profile Assessment terhadap para peserta calon pimpinan Pengadilan Agama Kelas IA, Kelas IB, dan Kelas II.Profile Assessment dilaksanakan untuk memperoleh gambaran yang komprehensif mengenai profil kompetensi setiap peserta. Penilaian mencakup berbagai aspek yang berkaitan dengan kemampuan manajerial, sosial kultural, kepemimpinan, pengambilan keputusan, komunikasi, integritas, serta kemampuan mengelola organisasi.Hasil Profile Assessment selanjutnya menjadi salah satu bahan pertimbangan dalam menilai kesesuaian kompetensi peserta dengan tuntutan dan tanggung jawab jabatan pimpinan pengadilan agama.Keterlibatan Assessment Center dalam kegiatan ini juga menjadi bagian dari komitmen Mahkamah Agung RI dalam menerapkan sistem manajemen talenta dan pengisian jabatan berbasis merit, kompetensi, kualifikasi, serta rekam jejak secara objektif dan terukur.Peserta Mengikuti Sejumlah Tahapan SeleksiSelain Profile Assessment, para peserta mengikuti sejumlah rangkaian seleksi lainnya, yaitu E-Test, tes hafalan Al-Qur’an, serta wawancara teknis.E-Test dilaksanakan untuk mengukur pemahaman, pengetahuan, serta kemampuan peserta terhadap aspek teknis dan manajerial yang berkaitan dengan pelaksanaan tugas sebagai pimpinan pengadilan agama.Tes hafalan Al-Qur’an menjadi salah satu karakteristik dalam proses seleksi calon pimpinan pada lingkungan peradilan agama. Sementara itu, wawancara teknis dan profile assessment dilaksanakan untuk menggali pemahaman teknis yudisial, kemampuan kepemimpinan, karakter, komunikasi, integritas, serta kesiapan peserta dalam menjalankan amanah sebagai pimpinan satuan kerja.Melalui rangkaian seleksi yang komprehensif tersebut, diharapkan dapat diperoleh calon pimpinan pengadilan agama yang tidak hanya memiliki kemampuan teknis dan manajerial, tetapi juga mempunyai integritas, kematangan pribadi, kecakapan sosial, serta komitmen yang kuat terhadap peningkatan kualitas pelayanan peradilan.Pelaksanaan Fit and Proper Test ini merupakan wujud nyata komitmen Direktorat Jenderal Badan Peradilan Agama bersama Assessment Center Mahkamah Agung RI dalam mendukung terwujudnya tata kelola sumber daya manusia aparatur yang profesional, transparan, akuntabel, dan berbasis sistem merit.Melalui proses seleksi yang objektif dan terukur, para calon pimpinan yang terpilih diharapkan mampu menjadi pemimpin yang berintegritas, adaptif, inovatif, serta mampu membawa satuan kerja yang dipimpinnya menuju peradilan agama yang agung, modern, dan senantiasa memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat pencari keadilan.

Muhammad Hafidz Kurnia

13 Juli 2026

Gambar Berita Persiapan Re-Akreditasi 2028, Assessment Center MA Gelar Pembinaan Asesor SDM Aparatur di Malang

Persiapan Re-Akreditasi 2028, Assessment Center MA Gelar Pembinaan Asesor SDM Aparatur di Malang

Dalam rangka mengoptimalkan performa instansi dan mempersiapkan Re-Akreditasi Unit Penilaian Kompetensi (UPK) Assessment Center Mahkamah Agung RI Tahun 2028, Biro Kepegawaian Mahkamah Agung menggelar kegiatan "Pembinaan Jabatan Fungsional Asesor SDM Aparatur". Acara yang berlangsung secara khidmat ini diselenggarakan selama tiga hari, mulai tanggal 1 hingga 3 Juli 2026, bertempat di Hotel Santika, Malang, Jawa Timur.Rangkaian acara diawali dengan pembacaan laporan pelaksanaan kegiatan yang disampaikan oleh Kepala Bagian Umum Kepegawaian, Agus Sudarmanto, S.Kom. Secara resmi, kegiatan pembinaan ini dibuka langsung oleh Kepala Biro Kepegawaian Mahkamah Agung RI, Sahlanudin, S.Ag., S.H., M.H.Integrasi AI dan Penyelarasan Persepsi AsesorPembinaan kali ini menghadirkan para pakar dan pejabat otoritas kompetensi dari Badan Kepegawaian Negara (BKN) sebagai narasumber utama untuk memberikan pengayaan materi yang komprehensif.Pada sesi pematerian, Kepala Pusat Penilaian Kompetensi ASN BKN, Mohammad Ridwan, ST., M.Eng., menyoroti perkembangan teknologi mutakhir dalam dunia penilaian kompetensi. Ia menekankan pentingnya peran Artificial Intelligence (AI) dalam pelaksanaan kegiatan penilaian kompetensi (Penkom). Menurutnya, pemanfaatan AI mampu mendongkrak efisiensi kerja secara signifikan, terutama dari efektivitas waktu. Namun, ia juga memberikan catatan penting terkait aspek validitas."Meskipun AI sangat membantu mempercepat proses, kita tetap memegang kendali penuh untuk melakukan validasi. Kita harus mengecek kembali kebenaran data atau hasil yang diberikan oleh AI guna memastikan bahwa output tersebut benar-benar valid dan akurat," ujar Mohammad Ridwan.Sementara itu, Asesor SDM Aparatur Ahli Utama BKN, Supranawa Yusuf, S.H., M.P.A., membedah sisi teknis yang krusial dalam proses assessment. Ia memaparkan secara mendalam mengenai teknis penilaian asesor terhadap setiap asesi, serta bagaimana menyelaraskan persepsi antar-asesor dalam melakukan penilaian. Penyelarasan persepsi ini dinilai sangat vital demi menjaga objektivitas, standarisasi, dan mutu hasil penilaian kompetensi di lingkungan aparatur sipil negara.Target Mempertahankan Akreditasi "A"Sebagai pembicara pamungkas sekaligus pimpinan lini kepegawaian, Kepala Biro Kepegawaian MA RI, Sahlanudin, S.Ag., S.H., M.H., menyampaikan apresiasi tinggi atas progres yang telah ditunjukkan oleh tim assessment. Dalam paparannya, ia membeberkan capaian kinerja UPK Assessment Center Mahkamah Agung yang terus menunjukkan tren peningkatan yang positif dari tahun ke tahun.Sahlanudin menegaskan bahwa momentum pembinaan ini harus dijadikan batu pijakan yang kuat demi menyongsong agenda besar di tahun 2028 mendatang."Capaian kita terus meningkat, dan ini adalah modal berharga. Melalui persiapan yang matang sejak dini, saya berharap kita semua dapat bekerja sama untuk mempertahankan predikat Akreditasi 'A' yang saat ini telah berhasil diraih oleh Unit Penilaian Kompetensi Assessment Center Mahkamah Agung," tambahnya.Dengan diselenggarakannya pembinaan ini, para Asesor SDM Aparatur Mahkamah Agung RI diharapkan mampu mengadopsi teknologi baru dengan bijak, meningkatkan ketajaman teknis penilaian, sekaligus memperkokoh kesiapan kelembagaan menuju re-akreditasi yang unggul.

Muhammad Hafidz Kurnia

1 Juli 2026

Gambar Berita Assessment Center MA Siapkan Program Kerja Semester II Tahun 2026 di Enam Wilayah

Assessment Center MA Siapkan Program Kerja Semester II Tahun 2026 di Enam Wilayah

Mahkamah Agung Republik Indonesia melalui Assessment Center MA menyiapkan program kerja pelaksanaan penilaian kompetensi tahun 2026 yang direncanakan akan diselenggarakan di enam wilayah.Keenam wilayah tersebut meliputi Padang, Kupang, Jakarta, Makassar, Palangkaraya, serta Riau/Pekanbaru. Program ini menjadi bagian dari upaya Mahkamah Agung dalam mendukung pemetaan kompetensi aparatur peradilan secara lebih terarah, terukur, dan merata di berbagai wilayah.Rencana pelaksanaan program kerja ini mencakup berbagai lingkungan peradilan, antara lain pengadilan tingkat banding pada lingkungan peradilan umum, agama, tata usaha negara, serta militer sesuai dengan cakupan masing-masing wilayah.Dalam pembahasan tersebut, Assessment Center MA juga menekankan pentingnya validasi data calon peserta sebelum pelaksanaan kegiatan. Validasi diperlukan untuk memastikan kesesuaian data pegawai, status jabatan, masa pensiun, serta kebutuhan peserta dari jabatan fungsional.Selain itu, koordinasi dengan masing-masing wilayah pelaksana juga akan dilakukan untuk memastikan kesiapan teknis, administrasi, sarana prasarana, jaringan, serta dukungan pelaksanaan kegiatan di lapangan.Melalui program kerja ini, Assessment Center Mahkamah Agung RI diharapkan dapat memperkuat proses pemetaan potensi dan kompetensi aparatur peradilan. Hasil dari kegiatan tersebut nantinya dapat menjadi salah satu dasar dalam pengembangan sumber daya manusia yang profesional, berintegritas, dan sesuai dengan kebutuhan organisasi.Dengan adanya pelaksanaan di enam wilayah, Mahkamah Agung berupaya menghadirkan proses penilaian kompetensi yang lebih efektif, efisien, serta menjangkau lebih banyak aparatur peradilan di daerah.

Muhammad Hafidz Kurnia

24 Juni 2026

Gambar Berita Profile Assessment Kenaikan Jenjang dan Pengangkatan Pertama Jabatan Fungsional Tahun 2026

Profile Assessment Kenaikan Jenjang dan Pengangkatan Pertama Jabatan Fungsional Tahun 2026

Assessment Center MA menyelenggarakan pembukaan kegiatan Profile Assessment untuk Kenaikan Jenjang Jabatan Fungsional dan Pengangkatan Pertama Jabatan Fungsional Tahun 2026 pada Selasa, 23 Juni 2026. Acara pembukaan ini berlangsung secara daring terpusat dari Gedung Assessment Center Biro Kepegawaian.Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Kepala Bagian Fungsional Biro Kepegawaian, Fajar Andiansyah, yang hadir mewakili Kepala Biro Kepegawaian yang berhalangan hadir. Dalam sambutannya, Fajar menyampaikan pentingnya penilaian profil ini untuk memastikan kompetensi dan profesionalisme setiap pegawai yang akan mengemban amanah baru di ranah jabatan fungsional.Sebelumnya, Kepala Sub Bagian Tata Naskah Mutasi I Biro Kepegawaian, Hanan Tauqifie, menyampaikan laporan pelaksanaan kegiatan. Hanan melaporkan bahwa assessment kali ini diikuti oleh total 42 orang peserta yang berasal dari berbagai jenis jenjang jabatan fungsional.Pelaksanaan assessment dijadwalkan berlangsung selama tiga hari, mulai tanggal 23 hingga 25 Juni 2026. Mengingat efisiensi dan jangkauan peserta, seluruh rangkaian penilaian ini dilaksanakan secara daring (dalam jaringan) dengan menerapkan metode sedang. Metode ini mengombinasikan beberapa instrumen penilaian guna mengukur aspek kompetensi peserta secara proporsional dan akurat.Melalui penyelenggaraan ini, diharapkan para peserta dapat mengikuti seluruh tahapan dengan optimal, sehingga menghasilkan pemetaan kompetensi yang objektif demi mendukung penguatan tata kelola birokrasi dan peningkatan kualitas pelayanan publik.

Muhammad Hafidz Kurnia

22 Juni 2026

Gambar Berita Gelar Review Kinerja, Kepala Biru Kepegawaian MA Tekankan Disiplin dan Soliditas Pegawai

Gelar Review Kinerja, Kepala Biru Kepegawaian MA Tekankan Disiplin dan Soliditas Pegawai

Unit Penilaian Kompetensi (Assessment Center) Mahkamah Agung RI menyelenggarakan rapat penting dalam rangka mengevaluasi capaian kerja serta merumuskan strategi ke depan. Kegiatan bertajuk "Rapat Review Kegiatan Kerja Semester I dan Rencana Kerja Semester II" ini resmi dibuka pada Rabu (17/06/2026) dan dijadwalkan berlangsung hingga Jumat (19/06/2026) bertempat di Hotel Grand Mercure Kemayoran, Jakarta.Acara dibuka secara resmi oleh Kepala Biro Kepegawaian Badan Urusan Administrasi Mahkamah Agung RI, Sahlanudin, S.Ag., S.H., M.H. Rapat koordinasi ini dihadiri oleh para asesor, struktural, serta seluruh staf di lingkungan Unit Penilaian Kompetensi Mahkamah Agung RI.Disiplin Total dan Jaga Soliditas InternalDalam sambutan pembukaannya, Kepala Biro Kepegawaian, Sahlanudin, memberikan arahan yang tegas sekaligus memotivasi seluruh jajaran yang hadir. Beliau menekankan pentingnya menjaga kedisiplinan sebagai fondasi utama dalam menjalankan roda organisasi."Saya mengingatkan kepada seluruh pegawai untuk selalu menanamkan kedisiplinan yang tinggi, baik dari segi penyelesaian pekerjaan, kerapian administrasi, hingga aspek kerja lainnya. Segala sesuatu harus dipersiapkan dan dieksekusi dengan standar terbaik," ujar Sahlanudin.Lebih lanjut, beliau juga menyoroti pentingnya keharmonisan dan lingkungan kerja yang sehat demi mencapai target organisasi yang optimal. Sahlanudin berpesan agar ego sektoral dan sekat-sekat antar-pegawai segera dihilangkan."Jangan lagi ada tindakan mengkotak-kotakan sesama pegawai, dan jangan pernah ada aksi saling menghina atau menjatuhkan di antara kita. Kita adalah satu tim besar. Tetap jaga soliditas, saling mendukung, agar seluruh target kerja yang telah kita canangkan dapat tercapai dengan sukses," tegasnya.Evaluasi Terukur Demi Rencana Kerja Semester IIRapat yang berlangsung selama tiga hari ini akan fokus pada pembedahan capaian kinerja, kendala teknis, serta evaluasi menyeluruh terhadap berbagai program penilaian kompetensi yang telah berjalan sepanjang Semester I tahun 2026.Hasil evaluasi tersebut nantinya akan menjadi pijakan utama dalam menyusun taktik dan rencana kerja Semester II yang lebih adaptif, efisien, dan akuntabel. Melalui kegiatan ini, Unit Penilaian Kompetensi diharapkan dapat terus melahirkan program-program asesmen yang kredibel demi mewujudkan SDM aparatur peradilan yang unggul dan berintegritas

Muhammad Hafidz Kurnia

16 Juni 2026

Gambar Berita Assessment Center MA Evaluasi Capaian Semester I dan Rilis Jadwal Pemetaan

Assessment Center MA Evaluasi Capaian Semester I dan Rilis Jadwal Pemetaan

Unit Penilaian Kompetensi (UPK) Assessment Center Mahkamah Agung Republik Indonesia (AC MA-RI) menggelar rapat koordinasi intensif guna membahas evaluasi capaian Semester I serta merumuskan langkah-langkah strategis terkait kendala perencanaan teknis yang dihadapi. Pertemuan ini fokus pada optimalisasi penyerapan program kerja tahun berjalan serta percepatan penyusunan rencana strategis untuk masa depan.Evaluasi Semester I: Penguatan Regulasi dan Sinergitas Eselon IBerdasarkan hasil evaluasi komprehensif pada Semester I, UPK AC MA-RI menggarisbawahi pentingnya penguatan koordinasi lintas sektoral. Menanggapi hal tersebut, Kepala UPK AC MA-RI diinstruksikan untuk segera membangun komunikasi yang lebih solid dengan seluruh unit Eselon I di lingkungan Mahkamah Agung. Langkah konkret yang akan diambil adalah menyusun surat resmi terkait rencana kerja tahunan yang nantinya ditandatangani langsung oleh Sekretaris Mahkamah Agung atau Kepala Badan Urusan Administrasi (BUA).Selain itu, guna memastikan setiap kegiatan berjalan terstruktur, Assessment Center tengah menyusun Rencana Kerja yang dilengkapi dengan Petunjuk Operasional Kegiatan (POK) sebagai acuan baku pelaksanaan tugas. Rencana kerja ini juga dipastikan akan mengakomodasi tingginya permintaan dari Kementerian/Lembaga (K/L) lain, baik untuk pelaksanaan penilaian kompetensi maupun permohonan peminjaman asesor.Di sisi hilir, evaluasi menunjukkan perlunya optimalisasi pemanfaatan hasil pemetaan oleh pengguna (satker) tingkat pertama dan tingkat banding. Untuk itu, AC MA-RI akan menggandakan upaya sosialisasi, khususnya terkait:Surat Keputusan Ketua Mahkamah Agung Nomor 7 Tahun 2020Surat Keputusan Sekretaris Mahkamah Agung Nomor I Tahun 2019Regulasi pemanfaatan hasil penilaian/pemetaan kompetensi dalam rangka promosi dan mutasi pegawai.Langkah ini juga akan didukung dengan pelaksanaan monitoring dan evaluasi (monev) berkala kepada unit pengguna serta pemberian umpan balik (feedback) kepada para asesi sesuai dengan kebutuhan satker.Mengatasi Kendala Perencanaan dan Penetapan Skala Prioritas 2026Dalam aspek perencanaan, forum rapat jujur mengakui adanya tantangan berupa pergeseran jadwal pemetaan. Sesuai arahan, pelaksanaan Monev yang semula direncanakan di awal tahun belum dapat terlaksana sepenuhnya, sementara di sisi lain, Assessment Center menerima banyak permintaan dari berbagai unit.Untuk mengatasi kendala koordinasi dan memastikan rencana kerja tidak terabaikan, disepakati langkah percepatan penyusunan program kerja tahun 2027 yang akan dilegitimasi melalui tanda tangan Kepala BUA atau Sekretaris MA. Jadwal kerja mendatang juga dipastikan akan mengintegrasikan seluruh permohonan dari unit Eselon I internal serta instansi eksternal secara akomodatif.Rapat juga memberikan perhatian khusus pada kelanjutan program Situational Judgement Test (SJT) agar segera ditindaklanjuti dan dikawal ketat jadwal pelaksanaannya.Rilis Jadwal Pemetaan Wilayah Prioritas Tahun 2026Sebagai bentuk komitmen penyelesaian target tahun ini, AC MA-RI telah menetapkan skala prioritas pemetaan tahun 2026 yang berfokus pada 4 (empat) wilayah, yaitu DKI Jakarta, Makassar, Padang, dan Kupang.Melalui akselerasi perencanaan dan penguatan payung regulasi ini, Assessment Center Mahkamah Agung RI berkomitmen untuk terus menyajikan data profil kompetensi aparatur peradilan yang valid, objektif, dan akuntabel demi mendukung pilar sistem merit di lingkungan MA-RI

Muhammad Hafidz Kurnia

16 Juni 2026